Senin, 19 Januari 2009

Sudah Hidupkah Anda????


Ternyata kehidupan yang sukses itu terdiri dari “to live, to love, to learn dan to God in our heart.

To live adalah memenuhi kebutuhan sebagai manusia seperti makan, minum dsb

Namun itu belum cukup. Kita perlu to love, artinya dapat menjadi kontribusi bagi orang lain. Kita perlu menanamkan kebaikan yang menjadi berguna bagi orang lain dan diri sendiri. Karena to love menghidupkan semua yang telah mati dalam diri kita.

Itu juga belum cukup.
Untuk menjadi manusia yang berkualitas kita juga perlu to learn artinya mengembangkan diri dengan terus belajar, baik secara fisik, intelektual maupun spiritual

Itu juga belum cukup, sebagai makhluk Tuhan, segala upaya yang kita lakukan harus ditujukan untuk pengabdian kita kepada Sang Khalik yaitu ALLAH SWT.

Nah, ketika kita hanya to live saja, kita baru menjadi setengah manusia. Bisa jadi, to live yang tidak dilandasi oleh to love akan menjadikan manusia-manusia egois, kemudian setelah to love masuk ke hati dan pikirin kita, baru kita mampu menyerap semua pelajaran dari semua aspek kehidupan, nahh,,, dari semua yang kita lakukan itu, atas kehendak Allah SWT jadi hal yang paling akhir kita lakukan adalah mengabdi kepada Nya.
Baca selengkapnya Memorial Halimah: Januari 2009

Selasa, 06 Januari 2009

Sekolah



Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?
Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.

Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.

Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.

Di kala berpisah dengan sahabat,
janganlah berduka cita; Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya,
untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?

Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.
Baca selengkapnya Memorial Halimah: Januari 2009
 

©2009 Memorial Halimah | by TNB | Distributed by Mumbai Mania